Ini Trik Berharga Berfoto di Tempat Pariwisata

Ini Trik Berharga Berfoto di Tempat Pariwisata – Salah satu destinasi anak muda ingin berwisata, adalah lantaran ingin memotret tempat-tempat yang indah. Akan tetapi ingat, memotret tidak hanya soal kamera yang canggih atau menunggu momen yang pas. Ada beberapa hal, yang paling tidak harus kamu perhatikan.

Mierrel Chris Ayal (27), seorang travelers muda asal Ambon sudah melalang buana menjelajah Nusantara. Kecintaannya pada bidang fotografi, juga sebagai alasan mengapa dia suka travelling menjelajahi obyek-obyek wisata di Indonesia. “Gue lebih suka photo-photo daripada nulis. Jika mau nulis cerita perjalanan, biasanya sesampainya di rumah dulu terus sambil liat foto-fotonya. Jika di lokasi pariwisata, foto aja terus upload,” kata Chris dalam percakapan-percakapan santai.

Barangkali bukan hanya Chris, kamu para pewisata muda lainnya juga memiliki pendapat yang sama. Pastinya, sudah banyak buku panduan atau info mengenai tips-tips memperoleh hasil foto yang paling baik. Tapi sayangnya, Chris punya metodenya sendiri yang mungkin bisa kamu pelajari.

Nikmati dulu tempat pariwisatanya. “Nikmatin dulu tempat pariwisatanya, baru foto. Nikmatin tiap detik nuansanya, atmosfirnya sebab itu adalah hal-hal yang berharga,” tegas Chris. Menurutnya, menikmati tempat pariwisata adalah tujuan utama dari perjalanan travelingnya. Baru setelah itu, Chris menggunakan kamera dan menjepret tiap sudutnya. “Ada saja yang mengatakan, ‘kalau tidak terburu-buru nanti kecurian momen’. Relaxing saja, akan selalu ada suasana bagus. Yang pasti, kita wajib nikmatin dulu tempat pariwisatanya,” tutur pria yang berprofesi di salah satu biro auditor di Jakarta ini.

Bawa baterai cadangan. Trik penting lainnya untuk pewisata muda yang doyan hunting foto di tempat pariwisata, adalah mempersiapkan baterai simpanan. Bukan tidak ada sebab, baterai cadangan seolah nyawa nomor dua untuk kamera. “Bila pergi ke gunung atau pesisir yang belum ada lokasi untuk mengecas baterai kamera, so harus bawa baterai simpanan. Gue bila ke obyek kayak begini selalu nyiapin baterai simpanan,”

Berdasarkan Chris, jika baterai di kamera telah habis dan tidak membawa-bawa baterai cadangan, tamatlah sudah. Wisatawan akan kecurian obyek bagus dan suasana keren, yang tak bisa dipopulerkan dalam kamera. “Memori kamera, yang 16 giga begitu tidak akan habis. Tapi, baterai kamera bisa habis. Daripada bawa memori cadangan, lebih baik bawa kamera simpanan. Jangan sampai menyesal,” pungkas laki-laki yang sudah menapakan kaki di paling ujung barat dan penghujung timur Indonesia ini.

Kamera wajib ‘shutter on’. Berdasarkan Chris, kamera harus didalam keadaan ‘shutter on’ atau telah siap tinggal jepret. Hal itu memiliki tujuan, untuk bisa menangkap momen yang ada di hadapan mata. “Kamera perlu shutter on, perlu ready. Tinggal jepret waktu ketemu momen bagus,” tuturnya. Dengan begitu, kamu tak harus lagi menyalakan kamera. Perhatikan, kata Chris, saat yang bagus bisa saja ada dalam sekian detik. Ketika perlu menyalakan kamera dan menantinya dulu, bisa jadi momen di depan mata lewat begitu doang.

Memahami kamera. “Buang-buang waktu kalau membawa-bawa kamera yang mewah saat jalan-jalan, tapi ga bisa gunainnya,” Chris memberi saran, ada bagusnya wisatawan muda memahami kamera atau gadget lainnya lebih dulu sebelum sampai di lokasi tujuan. Dengan begitu, maka kamu bisa paham apa saja fitur-fitur di Pulau tersebut dan bagaimana cara mempergunakannya dengan tepat.

“Apabila membawa kamera SLR tapi nggak mengerti cara mempergunakan lensa atau mainin speed, sama aja bohong. Lebih baik bawa kamera pocket yang praktis dipahami, tapi photonya bisa keren dan maksimal. Karena itu, sudah tahu cara mempergunakannya,” pungkas Chris.

Leave a Reply

Your email address will not be published.